CEKDAM ATAU RT 07/02
Follow @hamidandria

Kampung Cekdam atau Dam adalah salah satu kampung di RT 07 RW 02 Desa Cibuniasih.
Nama kampung Cekdam itu sendiri diambil dari nama sebuah bendungan DAM irigasi yang letaknya bersebelahan atau pingir dari kampung Cekdam itu sendiri. Cekdam merupakan bagian dari RT 07 Meliputi kampung Pasirkohkol, Ciawi, Cekdam dan Reuma panjang yang di kenal warga sini sebagai Cibalongbok hilir. RT 07 berbatasan langsung dengan Desa Margaluyu yang letaknya Selatan RT 07 dan Pangliaran sebelah utara.

Jika Anda mau ke RT 07 atau yang dikenal luas sebagai Cekdam, anda masuk dari depan terminal Cibuniasih kesebelah barat atau kanan dari arah balai Desa Cibuniasih, masuk sebelum pasar Cibuniasih. Samping tower seluler masuk melalui jalan bebatuan dan belum tersentuh aspal tetapi kendaraan roda dua maupun empat bisa berjalan dengan lancar.


1. Pasir KohkolKampung Pasir Kohkol sebelah selatan kampung Cekdam, bisa di lalui kendaraan roda dua saja. Karena jalanannya hanya jalan setapak yang di cor khusus kendaraan speda motor dan tidak bisa masuk kendaraan roda empat atau lebih. Jalan ini diperuntukan untuk warga Pasir Kohkol memudahkan akses perekonomian warga oleh kepala desa sekaligus jalan menuju Mushola satu satunya yang pembangunannya sudah berlangsung sejak pertengahan tahun 2012. Mushola ini menjadi tujuan untuk beribadah umat islam yang berada di RT Cekdam, karena mayoritas warga disini 100% islam walau sebagian mungkin hanya islam KTP.
Kemudian ketempat lainnya hanya jalan setapak biasa untuk menghubungkan antar rumah warga. Jumlah rumah di Pasir Kohkol sekitar 15 rumah sampai ke pesisian pasar Cibuniasih. Warga pasir Kohkol di dominasi oleh para petani saja, sementara untuk pegawai negri sipil hanya 2 orang saja yang saya tau.
Berikut adalah gambar kerja bakti malam yang dilakukan warga Cekdam untuk membangun jalan coran di Pasir Kohkol pada tanggal 15 april 2013.

Pasir Kohkol
Ini adalah poto jalan yang di ambil dari saung Poskamling RT 07 pada siang hari.
Jalan menuju pasir kohkol depan poskamling rt 07

2. CiawiCiawi merupakan titik tengah diantara Cekdam, Pasir Kohkol dan Reuma Panjang. Jika anda masuk ke Cekdam melalui jalur Cibuniasih tentunya anda akan melewati Ciawi dulu, warga di sini pekerjaannya ada yang pedagang, petani, juga wira usaha. Ada juga bengkel kendaraan bermotor yang hanya satu satunya di Ciawi - Cekdam yaitu pemilik bengkel Rosadi, sudah tidak asing lagi di telinga warga sini. Jika kendaraan anda mogok di daerah ini gak perlu khawatir, ada bengkel Rosadi.
Selanjutnya anda akan menemukan perempatan jalan dan ada POS KAMLING RT 07 RW 02, dari sini adalah bagian inti jalan yang menghubungkan Pasir Kohkol, Cekdam dan Reuma Panjang. Jika anda terus lurus ke sebelah barat, anda akan menuju Reuma Panjang yang jalannya baru selesai separuh. Selanjutnya anda akan menemukan jalan pembukaan yang belum ada aspal ataupun batu, dan anda akan terjebak jalanan yang becek dan berlumpur di musim hujan.
Berikut gabar salah satu jalan yang baru di bangun pada tanggal 27 desebmber 2012.

ciawi jpg

Ciawi Cekdam 2

3. Reuma Panjang
Reuma Panjang adalah bagian dari wilayah RT 07. Terletak di sebelah barat Ciawi dan Cekdam. Reuma Panjang berbatasan langsung dengan wilayah RT Kampung Tarunajaya Cihayawang Desa Pangliaran, RT Sindang Lengo Desa Margaluyu.
Untuk masuk ke wilayah Reuma Panjan dari Pos Kamling RT 07 lurus saja ke sebelah barat. Untuk prasarana jalan ke Reuma Panjang tentunya sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Hanya saja akan terkendala kalau musim hujan karena jalanan licin dan berlumpur. Jalan ini belum tersentuh batu apalagi aspal, mudah mudahan pejabat desanya tidak berdiam diri dengan membangun jalan ke Reuma Panjang.
Berikut adalah poto jalan reuma panjang yang dulunya adalah kebun mahoni yang terkenal dengan sebutan kebon Pa Uceh.

Jalan Reuma Panjan Pa Uceh
[Post 22 April - Mei 2013]

4. Cekdam
Kampung Cekdam memiliki sejarah bendungan situ di daerah tersebut sekaligus milik warga Pangliaran dan Cibuniasih, karena letaknya sekaligus sungai perbatasan kedua desa tersebut.
Warga disekitar umumnya bekerja sebagai petani dan pedagang.

Sejarah Cekdam adalah bendungan atau waduk kecil yang diberi nama DAM GALUH TARUNA. Yang di bangun sejak tahun 60 han dan di buka pada 12 November 1962 oleh REM TARUMANEGARA, pinpinan kolonel INF. R. DJOHARI NRP.1308. Yang dipersebahkan utuk warga Cibuniasih sebagai realisasi.
Dibangun bersama warga cibuniasih secara bergotong royong, menurut pa Akih mantan tokoh masarakat Cekdam, dahulu pembangunan dam tersebut hampir seluruh bangunannya dibangun secara manual. Dengan mengangkut salah satunya bahan pasir halus dari Cieucip yang sekarang menjadi wilayah desa Margaluyu.

Bendungan Cekdam

Pada tanggal 18 Agustus 2013 bendungan Cekdam dilakukan pengeringan debit air, sehubungan dengan adanya pembangunan kembali jalur selokan di daerah Cihayawang kampung Tarunajaya.
Setelah pengosongan debit air dam dilanjutkan dengan proyek pengerukan dasar dan pelebaran luas area situ dam yng dipenuhi oleh endapan lumpur.
Setelah pelebaran, akan di jadikan Dam sebagai objek wisata bagi rakyat sekitarnya oleh pemerintah terkait. Yang diperkirakan dapat mendongkrak roda perekonomian warga Cekdam dan sekitarnya.
Berikut endapa lumpur yang akan digali dan diadakan pelebaran sedalam kurang lebih 4 meter.

Dam diambil dari timur camera 1

Lumpur dam
[16:00 - 20.08.2013]
Selanjutnya adalah pembangunan jembatan di atas dam yang dananya di swadaya masyarakat, berikut adalah liputan mister hamid😉

Pembangunan jembatan di atas bangunan dam

© Hamid Cibuniasih 2009 - 2021
2026-05-09 06:06Beranda | Hubungi Hamid

Pair of Vintage Old School Fru
Comment Form is loading comments...